Barito Putra Naik Pamor, Stadion 17 Mei di Renovasi



CYBERBANUA - Sepak bola Kalimantan musim depan semakin bergairah. Kekuatan lama dari selatan, Barito Putera Banjarmasin, akan kembali berkiprah di kasta teratas. Kemarin (10/7) ribuan fans tim berjuluk Laskar Antasari itu tumpah ke jalan menyambut kepulangan klub kesayangan mereka setelah menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia 2011-2012 di Solo.
Kendati pesawat Trigana Air yang ditumpangi Agustiar “Ucok” Batubara dkk dijadwalkan baru tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, pukul 14.00 Wita, ribuan suporter sudah berbondong-bondong ke kawasan bandara sejak pukul 10.00 Wita. Beruntung mereka bersedia diatur dan hanya berkumpul di luar pagar, sehingga tak sampai mengganggu aktivitas penerbangan.
Di ruang tunggu VIP, juga tampak Ketua Umum KONI Kalsel HA Sulaiman HB yang juga pendiri sekaligus pemilik klub, Wali Kota Banjarbaru Ruzaidin Noor, Bupati Banjar Gusti Khairul Saleh, dan tokoh-tokoh olahraga lainnya.
Pukul 15.00 Wita, rombongan Barito mulai berkonvoi menuju kediaman Gubernur Kalsel Rudy Arifin. Di sana, mereka sudah ditunggu gubernur, Ketua DPRD Kalsel Nasib Alamsyah, dan Wali Kota Banjarmasin H Muhidin.
Saking banyaknya masyarakat yang ikut konvoi membuat jalan-jalan yang dilalui macet total. Apalagi, di sepanjang jalan, warga juga ramai menyaksikan kedatangan tim kebanggaan Banua itu. Padahal, cuaca kurang bersahabat.
Pemain terkejut melihat besarnya antusiasme warga. “Luar biasa penyambutan hari ini (kemarin). Kami merasa bangga, senang, sekaligus terharu. Semoga ini menjadi penambah semangat kami untuk tampil lebih baik di kompetisi Indonesia Super League (ISL) nanti,” ujar kapten Ucok, yang juga pernah membela Persiba Balikpapan.
Rudy Ariffin mengucapkan selamat. “Dulu pada tahun 1995, saya menyaksikan pertandingan (semifinal) Barito Putera dengan Persib Bandung di Gelora Bung Karno Senayan. Sejatinya Barito Putera yang juara, namun karena banyak kejanggalan dalam pertandingan, alhasil gagal. Tapi, Alhamdulillah, dengan perjuangan yang panjang kini membuahkan hasil,” ujar Rudy.
Barito Putera bukan tim kemarin sore. Mereka adalah klub Borneo pertama yang menembus empat besar Ligina edisi perdana. Buyung Ismu dkk saat itu dipoles Daniel Rukito.
Kemunduran klub ini terjadi pada musim 2002-2003. Krisis pendanaan membuat mereka harus terdegradasi setelah bertahan 9 tahun di Divisi Utama. Setelah itu, “konsisten” terjatuh ke divisi lebih rendah.
Musim 2007/2008 menjadi titik bangkit Barito dengan menjuarai Divisi II dan berhak promosi ke Divisi I. Dua musim berselang (2009-2010), Barito naik takhta ke Divisi Utama (divisi ini bukan lagi kompetisi tertinggi, sejak berganti format menjadi ISL).
Sentuhan tangan dingin pelatih Salahudin berbuah manis ketika musim ini, mereka tak hanya promosi ke ISL tapi juga menjuarai Divisi Utama setelah menang 2-1 atas Persita Tangerang dalam final di Solo, Minggu (8/7) lalu. Barito promosi bersama Persita dan Persepam Madura United. Sehingga musim depan, Kalimantan akan memiliki empat wakil, bersama tiga klub Kaltim sekarang, Persiba, Mitra Kukar, dan Persisam Putra Samarinda.
Kini, Pemprov Kalsel berencana merenovasi Stadion 17 Mei, Banjarmasin, yang kondisinya dinilai memprihatinkan, mulai rumput, lampu, dan lainnya. Rudy Ariffin belum tahu berapa besar anggaran yang akan diusulkan ke DPRD.
Hanya, renovasi paling cepat dilaksanakan 2013 mendatang. Untuk menghadapi ISL musim depan, Rudy akan berunding dengan KONI untuk membahas stadion mana yang bisa digunakan sebagai kandang sementara. “Saya rasa di Tapin ada yang standar, di Hulu Sungai Tengah juga ada. Nanti kami lihat apakah stadion itu sesuai standar ISL,” tandas Gubernur. 


2 Responses to "Barito Putra Naik Pamor, Stadion 17 Mei di Renovasi"